Translate

Selasa, 05 Maret 2013

MEMBUAT EFEK BAYANG PADA TEKS

Untuk memperkaya keindahan di dalam teks agar menjadi lebih menarik, salah satunya dengan membuat efek bayang pada teks melalui photoshop, yakni dengan langkah-langkah berikut ini :

Membuat lembar kerja baru ( New ), melalui menu File > New atau ( Ctrl + N ). Setelah itu maka akan tampil kotak dialog seperti berikut :



Kemudian aturlah kotak dialog berikut seperti contoh di atas :

Name : background
Preset : Custom
Width : 800 = Pixels
Height : 600 = Pixels
Resolution : 72 = Pixels/Inch
Color Mode : RGB Color / 8 bit
B. Contents : White

Catatan :
Khususnya untuk tahap pemula, pastikan Preset, Resolution, Color Mode, dan Background Content seperti contoh di atas. Untuk Name, Width, dan Height aturlah dengan sesuai keinginan Anda.

Setelah diatur, klik Type Tool pada Tool box, lalu klik kanan pilih Horizontal Type Tool. Seperti gambar berikut :



Sebelum Anda mengetikkan teks Anda. Alangkah baiknya atur terlebih dahulu Jenis Font, Ukuran Font, dan Warna Font seperti berikut :



Jenis Font : Impact / Ukuran Font : 60 pt / Warna : Black

Kemudian klik pada lembar kerja, lalu ketiklah teks Anda, contoh : BAYANGAN



Maka pada kotak dialog Layers akan bertambah layer teks sebagai berikut :



Lalu klik Move Tool pada toolbox.

Kemudian klik pada menu Layer > Layer Style > Bevel and Emboss…, seperti gambar berikut :



Maka akan tampil kotak dialog Layer Style berikut ini :



1. Pilih Style : Inner Bevel
2. Atur Depth menjadi 350%
3. Atur Size menjadi 6 px
4. Setelah itu, OK

Maka teks bayangan tersebut seperti gambar di bawah ini :



Pada kotak dialog Layers akan tampil efek yang ada pada Layer Text seperti berikut :



Klik kanan pada Layer Text ( Bayangan ) > Duplicate layer… ( Ctrl + J ), maka tampil kotak dialog berikut ini :



Kemudian ganti nama pada As : Bayangan 2

Pada kotak dialog Layers akan bertambah :



Setelah itu, klik kanan pada layer BAYANGAN 2 > Clear Layer Style



 Maka Layer BAYANGAN 2 seperti ini :



Setelah itu, tekan Ctrl + T (untuk Transform), akan muncul bullet pada teks dan atur seperti Bayangan. Contoh :



Tekan Enter, lalu klik menu Layer > Layer Style > Gradient Overlay…



Kemudian atur :



1. Blend Mode : Normal
2. Scale : 100%
3. Kemudian, OK

Hasil teks seperti gambar berikut :






















Minggu, 03 Maret 2013

MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK SOSIAL DAN EKONOMI








MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK SOSIAL DAN EKONOMI

MANUSIA SEBAGAI HOMO SOCIALIS
Seringkali kita mendengar, “AKU TIDAK MEMBUTUHKAN ORANG LAIN!” Ungkapan ini sebenarnya keliru. Manusia tidak bisa tidak membutuhkan orang lain. Sepanjang hidupnya, manusia akan selalu membutuhkan orang lain karena pada dasarnya, manusia adalah homo socialis atau makhluk sosial. Mungkin ada manusia yang bisa mencari makan sendiri, membuat pakaian sendiri, bahkan membuat rumahnya sendiri. Tapi bukan berarti ia bisa hidup tanpa orang lain. Manusia yang normal tetap membutuhkan orang lain untuk berkomunikasi. Ia juga membutuhkan orang lain untuk meneruskan garis keturunannya. Bahkan ketika meninggal, ia membutuhkan orang untuk mengurus jenazahnya dengan baik.


Manusia Tergantung Pada Manusia Lain
Tentu saja tidak banyak manusia yang benar-benar mau hidup sendiri tanpa mau berhubungan dengan orang lain. Sebagian besar dari kita membutuhkan manusia lain dalam banyak hal. Ketika kecil, kita sangat tergantung pada manusia lain, ayah dan ibu. Dari orang tua, kita mempelajari bahasa, pengetahuan dan cara bertingkah-laku.

Semakin dewasa, ketergantungan kita pada manusia lain semakin bertambah. Kita pergi ke sekolah untuk mempelajari ilmu dari guru. Kita membutuhkan orang lain sebagai teman. Kita juga membutuhkan barang dan jasa yang diproduksi orang lain. Bahkan setelah dewasa, ketergantungan ini tidak berubah. Kita memang dituntut untuk mandiri, tetapi tidak berarti kita tidak membutuhkan orang lain. Kita tetap membutuhkan orang lain baik sebagai keluarga, teman kerja, pesaing dan lain-lain.


MANUSIA SEBAGAI HOMO ECONOMICUS
Semua manusia tentunya memiliki KEINGINAN. Kalian semua pasti juga memiliki keinginan yang belum terpenuhi. Apakah kalian menginginkan gadget baru? Ingin berlibur ataukah motor baru? Sayangnya keinginan kalian itu tentu tidak semua bisa dipenuhi. Mengapa?

Keinginan manusia bermacam-macam jenisnya dan jumlahnya tidak terbatas. Begitu kalian selesai memenuhi satu keinginan, akan datang keinginan lainnya. Begitu seterusnya. Oleh karena itu, tidak semua keinginan kita dapat dipenuhi. Namun, keinginan manusia tersebut ada yang harus dipenuhi agar seseorang layak hidupnya. Keinginan manusia yang harus dipenuhi, dalam ilmu ekonomi disebut KEBUTUHAN. Contoh kebutuhan manusia antara lain kebutuhan akan makanan, minuman, pakaian, perumahan, pendidikan, kesehatan, hiburan, dan rekreasi. Dalam ilmu ekonomi kebutuhan manusia bermacam-macam, dan jumlahnya tidak terbatas. Artinya, jika suatu jenis kebutuhan dapat dipenuhi, maka akan timbul kebutuhan lain yang lebih tinggi tingkatannya.



KEMAMPUAN MENUNJUKKAN PRESTASI DIRI


MENGIDENTIFIKASI POTENSI DIRI

Potensi adalah daya, kekuatan, dan kemampuan yang dimiliki setiap manusia yang kemungkinan dapat dikembangkan. Potensi yang dimiliki manusia dapat berupa kemampuan, pengetahuan, dan keterampilan.

  1. Kemampuan, dapat bersumber dari faktor dalam (internal) dan dari luar diri (eksternal). Faktor dalam (internal) dapat berupa fisik, seperti pancaindra dari kondisi fisik umum serta faktor psikologis, seperti minat, bakat, motivasi, dan variabel-variabel kepribadian. Adapun faktor luar (eksternal) dapat berupa fisik, seperti tempat belajar, sarana dan perlengkapan belajar, materi pelajaran, kondisi lingkungan belajar. Selain itu, ada faktor sosial seperti dukungan sosial dan pengaruh budaya merupakan faktor pembentuk kemampuan manusia.
  2. Pengetahuan, bekal pengetahuan meliputi pengetahuan tentang usaha dan lingkungan usaha, tentang peran dan tanggung jawab, tentang manajemen dan organisasi.
     
  3. Keterampilan, meliputi keterampilan konseptual dalam mengatur strategi dan memperhitungkan risiko, berjiwa dan inovasi dalam memimpin dan mengelola, berkomunikasi dan berinteraksi dengan bekal teknis usaha yang akan dilakukan.

Selain faktor-faktor di atas, masih ada faktor lain yang tidak kalah penting, yaitu faktor kesempatan (peluang) untuk dapat melakukan aktivitas kerja.

Apabila faktor-faktor di atas dapat berkembang, tidak mustahil orang akan dapat mencapai tujuannya. Agar potensi diri seseorang dapat berkembang secara optimal, perlu melalukan hal-hal berikut.
 
1. MERUMUSKAN SUATU TUJUAN YANG DIINGINKAN
Untuk merumuskan suatu tujuan, sebaiknya kita perlu mengenali diri. Faktor-faktor apa saja yang kita miliki dan sebaliknya, faktor-faktor apasaja yang menjadi penghambat. Bila kita tidak merumuskan suatu tujuan, kita hanya akan berputar-putar di suatu tempat. Cara terbaik adalah membuat rencana atau bagan berupa sebuah peta yang menunjukkan titik-titik yang dapat kita capai sesuai dengan kemampuan.

Dengan peta perencanaan, kita tidak akan kehilangan jalan yang ditempuh dan dapat mencurahkan segala daya dengan baik serta mengetahui dengan tepat di mana kita perlu berhenti dan di mana kita harus mempercepat langkah dalam mencapai tujuan. Dengan membiasakan memakai pola perencanaan, kita akan membiasakan diri bekerja dengan akal sehat.

Di samping memakai bagan perencanaan, kita juga membutuhkan sebuah buku catatan (harian) untuk mencatat segala sesuatu yang akan mempercepat proses kearah kemajuan. Dengan demikian, rencana kerja kita akan menjadi lebih sempurna.
 2. TETAP MAU BELAJAR, BERLATIH, DAN PENGULANGAN
Seseorang yang ingin berada di puncak prestasi harus mulai dari bawah kemudian naik ke atas setingkat demi setingkat. Artinya, kalau kita ingin meningkatkan karier, kita harus membangun kemajuan sedikit demi sedikit. Dengan kata lain, kita dapat melaksanakan keinginan-keinginan yang kecil terlebih dahulu sebelum menggapai yang lebih besar.

Tidak ada di dunia ini orang mencapai prestasi secara mendadak, namun harus dengan ketekunan belajar, berlatih, dan pengulangan secara terus-menerus agar dapat mencapai puncak prestasi.
3. PERLU ADANYA PENDAMPING ATAU PEMBIMBING
Setiap orang yang mau belajar pasti mengalami rasa takut sehingga perlu seorang pendamping atau pembimbing. Selain mengurangi rasa takut, seorang pembimbing diharapkan dapat memberikan arahan yang benar untuk mencapai suatu tujuan.
4. BELAJAR DARI PENGALAMAN
Ada pepatah bijak “Pengalaman adalah guru yang baik”. Pengalaman adalah suatu pelajaran yang didapat dari apa yang kita alami dan sifatnya sangat individu. Setiap orang memiliki pengalaman berbeda yang merupakan pelajaran sangat berharga.

Pengalaman yang pernah dialami bisa dijadikan pelajaran atau bekal saat menemui kesulitan-kesulitan. Walaupun persoalan yang dihadapi berbeda, tetapi dasar pemecahan kesulitan tidak jauh berbeda. Yakinlah akan hal itu. Dengan teknik-teknik sederhana, kesulitan yang dihadapi akan dapat diatasi dan berbagai tujuan akan terbentang luas di hadapan kita.
5. MENGHARGAI WAKTU
Menghargai waktu artinya menggunakan waktu dengan baik dan bijaksana. Tuhan telah memberikan waktu 24 jam sehari semalam, tetapi tidak semua orang menggunakan waktu secara tepat. Ada yang baik, tetapi ada pula kurang dapat menghargai waktu (misalnya mengobrol, bermalas-malasan). Bagi bangsa maju, “Time is Money” (waktu adalah uang). Tentu kita tidak demikian, tetapi paling tidak kita menghargai waktu yang diberikan.

Berdasarkan hal-hal tersebut, renungkan kalimat berikut :
  1. “Ambillah suatu keputusan : kita akan menjadi apa dalam hidup ini?, apakah kita akan menjadi seperti apa yang kita kehendaki atau kita cita-citakan? ”.
  2. “Berusahalah untuk menjadi lebih maju daripada orang lain”.
Bagaimana jawaban Anda?
  1. “Saya tidak bisa atau tidak sanggup atau tidak mungkin sebab belum pernah saya berhasil dalam hidup saya”.
  2. “Saya akan mencoba”. Ini berarti pintu ke arah kemajuan untuk mencapai prestasi mulai terbuka. 
Add caption