Translate

Minggu, 03 Maret 2013

KEMAMPUAN MENUNJUKKAN PRESTASI DIRI


MENGIDENTIFIKASI POTENSI DIRI

Potensi adalah daya, kekuatan, dan kemampuan yang dimiliki setiap manusia yang kemungkinan dapat dikembangkan. Potensi yang dimiliki manusia dapat berupa kemampuan, pengetahuan, dan keterampilan.

  1. Kemampuan, dapat bersumber dari faktor dalam (internal) dan dari luar diri (eksternal). Faktor dalam (internal) dapat berupa fisik, seperti pancaindra dari kondisi fisik umum serta faktor psikologis, seperti minat, bakat, motivasi, dan variabel-variabel kepribadian. Adapun faktor luar (eksternal) dapat berupa fisik, seperti tempat belajar, sarana dan perlengkapan belajar, materi pelajaran, kondisi lingkungan belajar. Selain itu, ada faktor sosial seperti dukungan sosial dan pengaruh budaya merupakan faktor pembentuk kemampuan manusia.
  2. Pengetahuan, bekal pengetahuan meliputi pengetahuan tentang usaha dan lingkungan usaha, tentang peran dan tanggung jawab, tentang manajemen dan organisasi.
     
  3. Keterampilan, meliputi keterampilan konseptual dalam mengatur strategi dan memperhitungkan risiko, berjiwa dan inovasi dalam memimpin dan mengelola, berkomunikasi dan berinteraksi dengan bekal teknis usaha yang akan dilakukan.

Selain faktor-faktor di atas, masih ada faktor lain yang tidak kalah penting, yaitu faktor kesempatan (peluang) untuk dapat melakukan aktivitas kerja.

Apabila faktor-faktor di atas dapat berkembang, tidak mustahil orang akan dapat mencapai tujuannya. Agar potensi diri seseorang dapat berkembang secara optimal, perlu melalukan hal-hal berikut.
 
1. MERUMUSKAN SUATU TUJUAN YANG DIINGINKAN
Untuk merumuskan suatu tujuan, sebaiknya kita perlu mengenali diri. Faktor-faktor apa saja yang kita miliki dan sebaliknya, faktor-faktor apasaja yang menjadi penghambat. Bila kita tidak merumuskan suatu tujuan, kita hanya akan berputar-putar di suatu tempat. Cara terbaik adalah membuat rencana atau bagan berupa sebuah peta yang menunjukkan titik-titik yang dapat kita capai sesuai dengan kemampuan.

Dengan peta perencanaan, kita tidak akan kehilangan jalan yang ditempuh dan dapat mencurahkan segala daya dengan baik serta mengetahui dengan tepat di mana kita perlu berhenti dan di mana kita harus mempercepat langkah dalam mencapai tujuan. Dengan membiasakan memakai pola perencanaan, kita akan membiasakan diri bekerja dengan akal sehat.

Di samping memakai bagan perencanaan, kita juga membutuhkan sebuah buku catatan (harian) untuk mencatat segala sesuatu yang akan mempercepat proses kearah kemajuan. Dengan demikian, rencana kerja kita akan menjadi lebih sempurna.
 2. TETAP MAU BELAJAR, BERLATIH, DAN PENGULANGAN
Seseorang yang ingin berada di puncak prestasi harus mulai dari bawah kemudian naik ke atas setingkat demi setingkat. Artinya, kalau kita ingin meningkatkan karier, kita harus membangun kemajuan sedikit demi sedikit. Dengan kata lain, kita dapat melaksanakan keinginan-keinginan yang kecil terlebih dahulu sebelum menggapai yang lebih besar.

Tidak ada di dunia ini orang mencapai prestasi secara mendadak, namun harus dengan ketekunan belajar, berlatih, dan pengulangan secara terus-menerus agar dapat mencapai puncak prestasi.
3. PERLU ADANYA PENDAMPING ATAU PEMBIMBING
Setiap orang yang mau belajar pasti mengalami rasa takut sehingga perlu seorang pendamping atau pembimbing. Selain mengurangi rasa takut, seorang pembimbing diharapkan dapat memberikan arahan yang benar untuk mencapai suatu tujuan.
4. BELAJAR DARI PENGALAMAN
Ada pepatah bijak “Pengalaman adalah guru yang baik”. Pengalaman adalah suatu pelajaran yang didapat dari apa yang kita alami dan sifatnya sangat individu. Setiap orang memiliki pengalaman berbeda yang merupakan pelajaran sangat berharga.

Pengalaman yang pernah dialami bisa dijadikan pelajaran atau bekal saat menemui kesulitan-kesulitan. Walaupun persoalan yang dihadapi berbeda, tetapi dasar pemecahan kesulitan tidak jauh berbeda. Yakinlah akan hal itu. Dengan teknik-teknik sederhana, kesulitan yang dihadapi akan dapat diatasi dan berbagai tujuan akan terbentang luas di hadapan kita.
5. MENGHARGAI WAKTU
Menghargai waktu artinya menggunakan waktu dengan baik dan bijaksana. Tuhan telah memberikan waktu 24 jam sehari semalam, tetapi tidak semua orang menggunakan waktu secara tepat. Ada yang baik, tetapi ada pula kurang dapat menghargai waktu (misalnya mengobrol, bermalas-malasan). Bagi bangsa maju, “Time is Money” (waktu adalah uang). Tentu kita tidak demikian, tetapi paling tidak kita menghargai waktu yang diberikan.

Berdasarkan hal-hal tersebut, renungkan kalimat berikut :
  1. “Ambillah suatu keputusan : kita akan menjadi apa dalam hidup ini?, apakah kita akan menjadi seperti apa yang kita kehendaki atau kita cita-citakan? ”.
  2. “Berusahalah untuk menjadi lebih maju daripada orang lain”.
Bagaimana jawaban Anda?
  1. “Saya tidak bisa atau tidak sanggup atau tidak mungkin sebab belum pernah saya berhasil dalam hidup saya”.
  2. “Saya akan mencoba”. Ini berarti pintu ke arah kemajuan untuk mencapai prestasi mulai terbuka. 
Add caption

Tidak ada komentar: